- Make a Submission
- Focus and Scope
- Author Guidelines
- Archive Policy
- Editorial Board Members
-
TEMPLATE INDONESIAN
-
TEMPLATE ENGLISH
- VISITOR STATISTIC
-
INDEX
Plagiarism Policy and Misconduct
Kebijakan Plagiarisme
Tim Redaksi Jurnal Pengabdian pada Masyarakat mengakui bahwa plagiarisme tidak dapat diterima dan telah menetapkan kebijakan berikut yang merinci tindakan khusus (sanksi) yang akan diambil ketika plagiarisme ditemukan dalam artikel yang diajukan untuk dipublikasikan di Jurnal Pengabdian pada Masyarakat.
Pengertian: Plagiarisme adalah tindakan yang disengaja atau tidak disengaja untuk mendapatkan atau mencoba mendapatkan penghargaan atau nilai atas suatu karya ilmiah dengan mengutip sebagian atau seluruh karya pihak lain dan/atau karya ilmiah yang diakui sebagai karya ilmiahnya, tanpa mencantumkan sumbernya secara tepat dan lengkap.
Untuk itu, maka: Artikel harus asli, belum pernah dipublikasikan dan tidak sedang dalam evaluasi untuk dipublikasikan di tempat lain. Materi yang diperoleh secara lisan dari sumber lain harus dicatat dengan jelas untuk membedakannya dari teks asli. Jurnal menggunakan perangkat lunak standar industri "Turnitin" untuk memverifikasi semua kiriman untuk plagiarisme, dan jika plagiarisme ditemukan selama proses peer review, naskah dapat ditolak. Dalam kasus plagiarisme yang ditemukan setelah publikasi, investigasi akan dilakukan, dan tindakan yang tepat akan diambil sesuai dengan kebijakan jurnal.
Jika plagiarisme terungkap, Pemimpin Redaksi bertanggung jawab untuk meninjau artikel dan akan menyetujui tindakan berdasarkan tingkat plagiarisme yang terungkap, sesuai dengan aturan di bawah ini:
Tingkat Plagiarisme
-
Menjiplak beberapa kalimat pendek dari artikel lain tanpa menyebutkan sumbernya, penulis diberi peringatan dan permintaan untuk mengubah teks dan mengutip dengan benar.
-
Menjiplak sebagian besar artikel lain tanpa kutipan yang tepat dan tidak menyebutkan sumbernya, artikel yang dikirimkan ditolak untuk dipublikasikan di Jurnal Pengabdian pada Masyarakat dan penulis dapat dikenai sanksi karena tidak diizinkan publikasi di Jurnal Pengabdian pada Masyarakat.
Semua penulis bertanggung jawab atas konten artikel yang mereka kirimkan. Jika artikel tersebut ditemukan menjiplak, semua penulis akan menghadapi hukuman yang sama. Jika dipastikan bahwa penulis mengirimkan makalah ke Jurnal Pengabdian pada Masyarakat sambil mengirimkannya ke jurnal lain, dan tumpang tindih ini ditemukan selama proses peninjauan atau setelah publikasi, tindakan diambil sesuai dengan poin 2 di atas. Apabila ditemukan plagiarisme di luar standar yang disebutkan di atas, maka redaksi Jurnal Pengabdian pada Masyarakat berwenang memberikan sanksi sesuai dengan kebijakan redaksi.
Kelakuan Tidak Tertib
Pemimpin Redaksi mempertimbangkan untuk mencabut suatu terbitan apabila memenuhi kriteria berikut:
- Memiliki bukti yang jelas bahwa hasil temuan tidak dapat diandalkan baik karena kesalahan besar (misalnya salah hitung atau kesalahan eksperimen), atau karena rekayasa (misalnya data) atau pemalsuan (misalnya manipulasi gambar). Hal tersebut merupakan plagiarisme.
- Hasil temuan tersebut sebelumnya telah diterbitkan di tempat lain tanpa mencantumkan sumber sebelumnya atau pengungkapan kepada redaksi, izin untuk menerbitkan ulang, atau pembenaran (misalnya, kasus penerbitan yang berulang). Berisi materi atau data tanpa izin untuk digunakan.
- Hak cipta telah dilanggar, atau ada masalah hukum serius lainnya (misalnya pencemaran nama baik, privasi). Melaporkan penelitian yang tidak etis. Artikel ini diterbitkan semata-mata atas dasar proses peer review yang dikompromikan atau dimanipulasi.
- Penulis gagal mengungkapkan konflik kepentingan yang besar yang, menurut pandangan editor, akan sangat memengaruhi interpretasi karya atau rekomendasi oleh editor dan peer reviewer.
Pemberitahuan penarikan harus:
- Mencantumkan tautan ke artikel yang ditarik jika memungkinkan (misalnya, di semua versi daring).
- Mencantumkan dengan jelas identitas artikel yang ditarik (misalnya, dengan mencantumkan judul dan penulis di judul penarikan atau mengutip artikel yang ditarik).
- Diidentifikasi dengan jelas sebagai penarikan (misalnya, berbeda dari jenis koreksi atau komentar lainnya).
- Terbitkan dengan cepat untuk meminimalkan dampak buruk.
- Tersedia secara bebas untuk semua pembaca (misalnya, tidak berada di balik hambatan akses atau hanya tersedia untuk pelanggan).
- Identifikasi siapa yang menarik artikel tersebut.
- Tunjukkan alasan penarikan tersebut.
- Bersikaplah objektif dan faktual serta hindari bahasa yang menghasut.
Penarikan biasanya tidak tepat jika:
- Kepengarangannya dipersengketakan, tetapi tidak ada alasan untuk meragukan validitas temuan tersebut.
- Temuan utama dari karya tersebut masih dapat diandalkan, dan koreksi dapat mengatasi kesalahan atau masalah secara memadai.
- Seorang editor memiliki bukti yang tidak meyakinkan untuk mendukung penarikan tersebut

.png)


